Disana,ada cinta dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh kedepan
dikala malam begitu pekat dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan massa
kelananya menjejakan mimpi-mimpi.
Lalu disepertiga malam terakhir
engkau terjaga,sadar,dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cinta yang besar,tinggi,dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani,tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati.
Teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan,menggantikan kebiadaban,
menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki
walau kerikil mencacah telapak sampai engkau lelah,
sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah.
Tetapi yakinlah,bidadari akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang